pemerintah dan masyarakat desa simbang berbaur dalam suasana bahagia. banyak rupa ceria karena terhibur oleh meriahnya perayaan selametan desa. suasana itu tergambar pada upacara selametan desa pada tanggal 24 november 2010. upacara selametan desa biasanya di sebut dengan agustusan, namun pada tahun ini digelar pada bulan november dikarenakan bulan agustus jatuh pada suasana ramadhan dimana masyarakat desa simbang menjalankan ibadah puasa.
perayaan berlangsung sangat meriah. perrangkat desa dibantu warga bersemangat mempersiapkan acara. hari selasa pagi persiapan sudah terlihat di rumah kepala desa. masyarakat bergotong royong mempersiapkan acara selametan pada malam harinya. makanan tersaji dalam berbagai hidangan. tamu yang datang cukup banyak, termasuk orang tua para peserta calon khitan. memang acara pada tanggal 24 yang jatuh hari rabu juga dibarengkan dengan acara khitanan masal.
selasa malam (24 november) pukul 19.00 acara selametan dimulai. acara diawalai dengan do'a dan tahlil untuk keselamatan masyarakat desa simbang yang kemudian dilanjutkan oleh mauidloh khasanah oleh bapak imdadhin (sekretaris desa). acara malam itu juga diramaikan oleh grup rebana dari dusun simbang.sekitar pukul 23.00 acara selametan berakhir.
perayaan desa dilanjutkan pada pagi harinya (24)yang di pusatkan di lapangan desa simbang. berbagai kesenian desa dipertunjukkan yaitu warok dan gambus. selain itu kesenian calung juga didatangkan dari kabupaten temanggung.perayaan dimulai dari lapangan desa kemudian berkeliling ke desa untuk dipertunjukkan kepada masyarakat. setelah berkeliling desa, setiap kesenian mempertunjukkan keahliannya. warok memperlihatkan kehebatannya ketika salah seorang peserta kesurupan. penonton sangat tertarik menyaksikannya sampai pada akhirnya peserta sadar kembali. di sudut lain terjadi kemeriahan pada kesenian gambus. puncak kesenian ini adalah ketika para peserta melakukan atraksi berguling diatas duri pohon salak. kemudian penonton juga disuguhi atraksi luar biasa ketika salah satu peserta dapat membengkokkan linggis. acara sempat berhenti pada pukul 12.00 karena cuaca tidak mendukung. sembari menunggu cuaca baik, masyarakat dan peserta pulang ke rumah untuk istirahat.
acara dilanjutkan pada sore hari. kesenian calung giliran menunjukkan kebolehannya. masyarakat kembali berbondong-bondong menuju belakang balaidesa (bakal gedung serba guna) yang menjadi tempat pertunjukan calung. acara sangat meriah dengan dinyanyikannya lagu-lagu campursari khas wonosobo. masyarakat sangat terhibur apalagi seorang biduan memberikan kesempatan kepada penonton untuk me'request" lagu.
masyarakat semakin larut oleh lantunan musik calung yang menggunakan alat musik utama berupa angklung.
Jumat, 26 November 2010
Kamis, 04 November 2010
abu merapi
dalam hari terahir ini desa simbang turut merasakan efek dari letusan gunung merapi di sleman jogjakarta..abu vulkanik yang dihasilkan oleh gunung merapi menyebar sampai di desa simbang dan sekitarnya. Menurut informasi kabut yang disertai abu vulkanik menyelimuti dinginnya desa simbang pada waktu sore hari di dua hari terahkir ini. pandangan pada waktu sore hari menjadi tidak jelas karena tebalnya kabut bercampur debu. masyarakat belum merasakan dampak dari fenomena ini. ini yang pertama sejak merapi meletus pada 26 oktober yang lalu. namun masyarakat berharap meletusnya gunung merapi tidak terlalu membawa pengaruh negatif kepada masyarakat desa simbang khususnya masalah kesehatan sehingga dapat berdampak pada masalah lain.
Minggu, 31 Oktober 2010
visi misi desa simbang
B. Visi dan Misi Desa
1. Visi desa
Visi Kepala Desa Simbang adalah sebagai berikut: “ Membangun Masyarakat Desa Simbang yang Sejahtera “. Visi adalah suatu gambaran yang menantang tentang masa depan yang diinginkan dengan melihat potensi dan kebutuhan desa. Rumusan visi tersebut pada dasarnya merupakan pengungkapan secara populer dari cita-cita Pemerintah Desa periode 2007-2013. Disadari atau tidak bahwa esensi otonomi Desa adalah mendekatkan penyelenggaraan pemerintahan dengan masyarakat, sehingga partisipasi masyarakat dalam pengelolaan pemerintahan, mulai dari perencanaan sampai pada evaluasi dapat optimal sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi. Dengan demikian, pengelolaan Pemerintah Desa harus partisipatif atau ada kebersamaan dengan masyarakat, dengan tujuan utama adalah kesejahteraan bersama masyarakat.
2. Misi desa
Misi adalah cara yang ditempuh untuk bisa mencapai visi yang diinginkan. Dalam penyusunan misi menggunakan pendekatan partisipatif, pertimbangan potensi, dan kebutuhkan desa. Adapun misi Desa Simbang adalah :
a. Penyelenggaraan Pemerintahan Desa yang berpihak pada kesejahteraan rakyat secara lahir batin.
b. Pelaksanaan pembangunan desa secara pertisipasif yang melibatkan seluruh komponen masyarakat guna mencapai kemakmuran bersama.
1. Visi desa
Visi Kepala Desa Simbang adalah sebagai berikut: “ Membangun Masyarakat Desa Simbang yang Sejahtera “. Visi adalah suatu gambaran yang menantang tentang masa depan yang diinginkan dengan melihat potensi dan kebutuhan desa. Rumusan visi tersebut pada dasarnya merupakan pengungkapan secara populer dari cita-cita Pemerintah Desa periode 2007-2013. Disadari atau tidak bahwa esensi otonomi Desa adalah mendekatkan penyelenggaraan pemerintahan dengan masyarakat, sehingga partisipasi masyarakat dalam pengelolaan pemerintahan, mulai dari perencanaan sampai pada evaluasi dapat optimal sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi. Dengan demikian, pengelolaan Pemerintah Desa harus partisipatif atau ada kebersamaan dengan masyarakat, dengan tujuan utama adalah kesejahteraan bersama masyarakat.
2. Misi desa
Misi adalah cara yang ditempuh untuk bisa mencapai visi yang diinginkan. Dalam penyusunan misi menggunakan pendekatan partisipatif, pertimbangan potensi, dan kebutuhkan desa. Adapun misi Desa Simbang adalah :
a. Penyelenggaraan Pemerintahan Desa yang berpihak pada kesejahteraan rakyat secara lahir batin.
b. Pelaksanaan pembangunan desa secara pertisipasif yang melibatkan seluruh komponen masyarakat guna mencapai kemakmuran bersama.
gambaran umum desa
C. Gambaran Umum Desa
1. Kondisi Geografis
Desa Simbang merupakan salah satu desa di wilayah Kecamatan Kalikajar yang berada di dataran rendah pada ketinggian 830 m dpl dengan curah hujan rata-rata 1,233 mm/tahun dan suhu udara rata-rata 22ยบ C. Luas wilayah Desa Simbang yaitu 277,670 Ha, yang terdiri dari tanah sawah 102,660 Ha, tanah kering 170,570 Ha dan lainnya (jalan, sungai dan lain-lain) 5,630 Ha.
Desa Simbang yang merupakan daerah pegunungan dengan kondisi tanah yang berbukit-bukit dan lembah yang curam. Keadaan yang demikian menyebabkan gerakan tanah merayap dan gerakan tanah runtuh. Sebagai desa dengan letak di lereng pegunungan, Desa Simbang termasuk daerah yang subur. Hal ini sangat mendukung dalam kegiatan pertanian sebagai mata pencaharian utama masyarakat.
a. Letak wilayah
Desa Simbang terletak disebelah selatan kota Wonosobo, yaitu:
1) Jarak dari Ibukota Kecamatan Kalikajar : 2 km
2) Jarak dari Ibukota Kabupaten Wonosobo : 10 km
3) Jarak dari Ibukota Provinsi : 132 km
4) Jarak dari Ibukota Negara : 494 km
5) Jarak dari Dusun ke Kantor Pemerintahan Desa :
a) Dusun Simbang : 0,1 km
b) Dusun Cuadi : 0,6 km
c) Dusun Jlamprang : 1 km
d) Dusun Bangsari : 1 km
b. Luas wilayah
No Kondisi Wilayah Luas (Ha) Persentase
1. Lahan Sawah
a.irigasi teknis - -
b.irigasi semi teknis 127 56,44 %
c.irigasi sederhana 15 6,67 %
d.tadah hujan - -
2. Lahan kering
a.pekarangan dan bangunan 17 7,56 %
b.tegalan/kebun 60 26,67 %
c.padang gembala - -
d.kolam/tambak - -
e.hutan negara - -
f.lain-lain (jalan, sungai,dll.) 6 2,66%
Jumlah 225 100 %
Tabel 1. Luas lahan-lahan di desa Simbang
c. Batas Wilayah
1) Sebelah Barat : Kelurahan Kalikajar
2) Sebelah Utara : Desa Maduretno
3) Sebelah Timur : Desa Purwojiwo
4) Sebelah Selatan : Desa Karangduwur
2. Kondisi Demografis
Penduduk merupakan sumber daya utama yang dapat berperan sebagai subjek maupun objek dalam pembangunan guna terwujudnya visi dan misi suatu bangsa. Tanpa adanya keterlibatan penduduk dalam memberikan partisipasi dan kontribusi yang positif maka kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Desa baik dibidang pemerintahan, pembangunan, maupun kemasyarakatan tidak akan dapat berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. Letak geografis suatu daerah sangat berpengaruh terhadap kondisi perekonomian didaerah tersebut. Desa Simbang yang berada didaerah pegunungan mayoritas masyarakatnya hidup bergantung pada sektor pertanian. Maka bertani merupakan mata pencaharian utama masyarakat Desa Simbang.
a. Perkembangan Penduduk
No Dusun Jumlah penduduk
Akhir Tahun
2008 Jumlah perkembangan penduduk Jumlah Penduduk
Akhir Tahun
2009
Lahir Mati Datang Pergi
L P L P L P L P L P L P
1 Simbang 724 754 8 6 3 4 0 1 3 4 732 761
2 Cuwadi 235 227 4 3 1 2 0 1 0 2 239 231
3 Jlamprang 443 388 6 4 1 2 2 3 0 2 451 395
4 Bangsari 267 334 5 2 1 1 0 1 0 1 273 337
Jumlah 1670 1700 23 15 6 9 2 6 3 9 1695 1724
Tabel 2. Perkembangan penduduk Desa Simbang tahun 2008-2009
Jumlah penduduk Desa Simbang berdasarkan data kependudukan tahun 2009 berjumlah 3.149 jiwa, yang terdiri dari laki-laki 1.629 jiwa, perempuan 1.520 jiwa.
b. Jumlah KK tiap dusun
No Dusun Jumlah KK
1 Simbang 350
2 Cuadi 115
3 Jlamprang 113
4 Bangsari 116
Jumlah 694
Tabel 3. Jumlah KK tiap dusun
c. Jumlah Penduduk Dirinci Menurut Mata Pencaharian
No Mata Pencaharian Jumlah Persentase
1 Buruh Tani 527 16,74 %
2 Petani Sendiri 1.780 56,52 %
3 Peternak unggas 4 0,13 %
4 Penggalian - -
5 Industri - -
6 Bangunan 70 2,22 %
7 Perdagangan 150 4,76 %
8 Transportasi 12 0,38 %
9 PNS/honor daerah 1 0,00 %
10 TNI - -
11 POLRI - -
12 Pensiunan 12 0,38 %
13 Lainnya 593 18,83 %
Jumlah 3.149 100 %
Tabel 4. Jumlah Penduduk Dirinci Menurut Mata Pencaharian
d. Jumlah Penduduk Usia 5 Tahun Keatas Menurut Tingkat Pendidikan
No Tingkat pendidikan Jumlah Persentase
1 Tidak sekolah/belum tamat SD 36 1,81 %
2 Tamat SD 1.785 89,74 %
3 Tamat SLTP 125 6,28 %
4 Tamat SLTA 36 1,81 %
5 D-1 3 0,15 %
6 D-2 - -
7 D-3 - -
8 D-4 - -
9 S-1 4 0,20 %
10 S-2 - -
11 S-3 - -
Jumlah 1.989 100
Tabel 5. Jumlah Penduduk Usia 5 Tahun Keatas Menurut Tingkat Pendidikan
3. Pemerintahan Desa
a. Perangkat Desa
Jumlah perangkat desa dirinci menurut tingkat pendidikan:
No. Tingkat Pendidikan Jumlah Persentase
1. Tamat SD 9 64,29 %
2. Tamat SLTP 2 14,29 %
3. Tamat SLTA 2 14,29 %
4. Sarjana Muda - -
5. Sarjana 1 7,14 %
Jumlah 14 100
Tabel 6. Jumlah perangkat desa dirinci menurut tingkat pendidikan
b. Badan Perwakilan Desa
Jumlah anggota BPD dirinci menurut tingkat pendidikan:
No. Tingkat Pendidikan Jumlah Persentase
1. Tamat SD 7 100 %
2. Tamat SLTP - -
3. Tamat SLTA - -
4. Sarjana Muda - -
5. Sarjana - -
Jumlah 7 100
Tabel 7. Jumlah anggota BPD dirinci menurut tingkat pendidikan
c. Lembaga Kemasyarakatan Desa
No. Tingkat Jumlah Anggota Persentase
Pendidikan LKMD RW RT PKK
1. Tamat SD 8 3 28 8 81,03 %
2. Tamat SLTP - - - - -
3. Tamat SLTA 4 4 1 2 18,97 %
4. Sarjana Muda - - - - -
5. Sarjana - - - - -
Jumlah 12 7 29 10 100
Tabel 8. Jumlah anggota Lembaga Kemasyarakatan Desa
d. Tanah Bengkok
No. Nama Perangkat Desa Jabatan Luas (Ha) Persen-tase
1. Santosa Kepala Desa 4,75 37,02 %
2. Imdadhin, S.Ag. SekretarisDesa - -
3. Pawit Burhanudin Kadus Jlamprang 1,10 8,57 %
4. Mujiyoto Kadus Simbang 0,97 7,56 %
5. Mudzakir Kadus Bangsari 1,30 10,13 %
6. Khadam Kadus Cuadi 1,30 10,13 %
7. Mustamar Kaur Umum 0,60 4,68 %
8. Suharman Kaur Pembangunan 0,40 3,12 %
9. Suparyono Kaur Pemerintahan 0,45 3,13 %
10. Sugeng Haryadi Kaur Kesra 0,30 2,33 %
11. Sunhaji Kaur Keuangan 0,37 2,88 %
12. Suyadi PTL Pembangunan 0,47 3,66 %
13. Khasanudin PTL NTCR 0,47 3,66 %
14. Niti PTL NTCR 0,35 2,73 %
Jumlah 12,83 100
Tabel 9. Luas tanah bengkok milik perangkat desa
e. Tanah Kas Desa
No. Tanah Kas Desa Luas (Ha) Persentase
1. Sawah 5,10 100 %
2. Lahan Kering - -
Jumlah 5,10 100
Tabel 10. Luas tanah kas desa
4. Sosial
a. Keagamaan
1) Jumlah penduduk dirinci menurut agama
No. Agama Jumlah penduduk Persentase
1. Islam 3.149 100 %
2. Kristen - -
3. Katolik - -
4. Budha - -
5. Hindu - -
Jumlah 3.149 100
Tabel 11. Jumlah penduduk desa dirinci menurut agama
2) Jumlah Sarana Peribadatan
No. Sarana Ibadah Jumlah Persentase
1. Masjid 4 26,67 %
2. Mushola 11 73,33 %
3. Gereja - -
4. Kuil - -
5. Pura - -
Jumlah 15 100
Tabel 12. Jumlah Sarana Peribadatan
3) Pernikahan dan Perceraian
No. Uraian Jumlah Persentase
1. Jumlah pernikahan 26 78,79 %
2. Jumlah perceraian 7 21,21 %
Jumlah 33 100
Tabel 13. Jumlah Pernikahan dan Perceraian
b. Pendidikan
No. Uraian Jumlah
1. Taman Kanak-kanak 2
2. Siswa Taman Kanak-kanak 92
3. Sekolah Dasar 2
4. Siswa Sekolah Dasar 250
5. Anak Usia 7-15 tahun yang tidak sekolah -
6. Anak SD yang dropt out -
7. Anak SD yang tinggal kelas 1
8. Lulusan SD yang melanjutkan ke SLTP 30
Tabel 14. Kondisi pendidikan masyarakat Simbang
c. Kesehatan
No. Uraian Jumlah
1. Kader Posyandu 19
2. Anggota kelompok donor darah -
3. Anggota ambulans desa -
4. Jumlah bayi lahir hidup 47
5. Jumlah kelahiran bayi yang ditolong Bidan 40
6. Jumlah kelahiran bayi yang ditolong Dukun bayi 7
7. Jumlah kematian bayi (umur 0-1 tahun) 1
8. Jumlah kematian balita (umur > 1 th – 5 th) -
9. Jumlah kematian ibu -
Tabel 15. Beberapa uraian singkat tentang kesehatan masyarakat Simbang
d. Keluarga Berencana
No. Uraian Jumlah
1. Pasangan usia subur 60
2. Wanita usia subur 70
3. Peserta KB MOP -
4. Peserta KB MOW 20
5. Peserta KB IUD/spiral 25
6. Peserta KB kondom 20
7. Peserta KB implant/susuk 25
8. Peserta KB suntik 2
9. Peserta KB pil 1
Tabel 16. Jumlah warga dengan jenis penggunaan alat KB
5. Kondisi Ekonomi
a. Transportasi dan Komunikasi
No Uraian Jumlah
1. panjang jalan desa kondisi baik (km) 2
2. panjang jalan desa kondisi rusak (km) 8
3. Jumlah jembatan desa kondisi baik 4
4. Jumlah jembatan desa kondisi rusak 1
5. Jumlah Kendaraan Roda 4 12
6. Jumlah Kendaraan Roda 2 180
7. Jumlah Wartel -
8. Jumlah Televisi 460
9. Jumlah Radio 50
Tabel 17. Keterangan tentang penggunaan transportasi dan komunikasi
b. Perdagangan
Jumlah sarana perdagangan
No Uraian Jumlah
1 Pasar Umum -
2 Pasar Hewan -
3 Toko/Warung 16
4 Wrung Makan -
5 Toko besi/Bangunan -
6 Kios Saprotan -
7 Koperasi -
8 Bank -
9 BMT -
Tabel 18. Jumlah sarana perdagangan
c. Pertanian
Sistem pengolahan lahan dilaksanakan dengan cara penanaman tumpang sari.
Berikut ini adalah data komoditas hasil pertanian Desa Simbang dan luas lahan yang digunakan.
No Komoditas Luas Lahan(Ha/batang) Produkasi
(Ton)
1 Padi 40 0,2
2 Jagung 60 0,18
3 Ubi jalar 5 10
4 Ubi Kayu 12 36
5 Cabe 4 5
6. Pisang 1 1
Tabel 19. Komoditas hasil pertanian dan luas lahan
Populasi Ternak
No Jenis Ternak Jumlah
1 Sapi Biasa 670
2 Kambing 250
3 Ayam Kampung 1.800
4 Itik 200
5 Kolam Ikan 24
Tabel 20. Populasi ternak
d. Industri dan Kerajinan
No Jenis Usaha Jumlah pengusaha/pengrajin
1 Industri Makanan Olahan -
2 Industri Teralis -
3 Industri kayu 2
Tabel 21. Industri dan Kerajinan
1. Kondisi Geografis
Desa Simbang merupakan salah satu desa di wilayah Kecamatan Kalikajar yang berada di dataran rendah pada ketinggian 830 m dpl dengan curah hujan rata-rata 1,233 mm/tahun dan suhu udara rata-rata 22ยบ C. Luas wilayah Desa Simbang yaitu 277,670 Ha, yang terdiri dari tanah sawah 102,660 Ha, tanah kering 170,570 Ha dan lainnya (jalan, sungai dan lain-lain) 5,630 Ha.
Desa Simbang yang merupakan daerah pegunungan dengan kondisi tanah yang berbukit-bukit dan lembah yang curam. Keadaan yang demikian menyebabkan gerakan tanah merayap dan gerakan tanah runtuh. Sebagai desa dengan letak di lereng pegunungan, Desa Simbang termasuk daerah yang subur. Hal ini sangat mendukung dalam kegiatan pertanian sebagai mata pencaharian utama masyarakat.
a. Letak wilayah
Desa Simbang terletak disebelah selatan kota Wonosobo, yaitu:
1) Jarak dari Ibukota Kecamatan Kalikajar : 2 km
2) Jarak dari Ibukota Kabupaten Wonosobo : 10 km
3) Jarak dari Ibukota Provinsi : 132 km
4) Jarak dari Ibukota Negara : 494 km
5) Jarak dari Dusun ke Kantor Pemerintahan Desa :
a) Dusun Simbang : 0,1 km
b) Dusun Cuadi : 0,6 km
c) Dusun Jlamprang : 1 km
d) Dusun Bangsari : 1 km
b. Luas wilayah
No Kondisi Wilayah Luas (Ha) Persentase
1. Lahan Sawah
a.irigasi teknis - -
b.irigasi semi teknis 127 56,44 %
c.irigasi sederhana 15 6,67 %
d.tadah hujan - -
2. Lahan kering
a.pekarangan dan bangunan 17 7,56 %
b.tegalan/kebun 60 26,67 %
c.padang gembala - -
d.kolam/tambak - -
e.hutan negara - -
f.lain-lain (jalan, sungai,dll.) 6 2,66%
Jumlah 225 100 %
Tabel 1. Luas lahan-lahan di desa Simbang
c. Batas Wilayah
1) Sebelah Barat : Kelurahan Kalikajar
2) Sebelah Utara : Desa Maduretno
3) Sebelah Timur : Desa Purwojiwo
4) Sebelah Selatan : Desa Karangduwur
2. Kondisi Demografis
Penduduk merupakan sumber daya utama yang dapat berperan sebagai subjek maupun objek dalam pembangunan guna terwujudnya visi dan misi suatu bangsa. Tanpa adanya keterlibatan penduduk dalam memberikan partisipasi dan kontribusi yang positif maka kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Desa baik dibidang pemerintahan, pembangunan, maupun kemasyarakatan tidak akan dapat berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. Letak geografis suatu daerah sangat berpengaruh terhadap kondisi perekonomian didaerah tersebut. Desa Simbang yang berada didaerah pegunungan mayoritas masyarakatnya hidup bergantung pada sektor pertanian. Maka bertani merupakan mata pencaharian utama masyarakat Desa Simbang.
a. Perkembangan Penduduk
No Dusun Jumlah penduduk
Akhir Tahun
2008 Jumlah perkembangan penduduk Jumlah Penduduk
Akhir Tahun
2009
Lahir Mati Datang Pergi
L P L P L P L P L P L P
1 Simbang 724 754 8 6 3 4 0 1 3 4 732 761
2 Cuwadi 235 227 4 3 1 2 0 1 0 2 239 231
3 Jlamprang 443 388 6 4 1 2 2 3 0 2 451 395
4 Bangsari 267 334 5 2 1 1 0 1 0 1 273 337
Jumlah 1670 1700 23 15 6 9 2 6 3 9 1695 1724
Tabel 2. Perkembangan penduduk Desa Simbang tahun 2008-2009
Jumlah penduduk Desa Simbang berdasarkan data kependudukan tahun 2009 berjumlah 3.149 jiwa, yang terdiri dari laki-laki 1.629 jiwa, perempuan 1.520 jiwa.
b. Jumlah KK tiap dusun
No Dusun Jumlah KK
1 Simbang 350
2 Cuadi 115
3 Jlamprang 113
4 Bangsari 116
Jumlah 694
Tabel 3. Jumlah KK tiap dusun
c. Jumlah Penduduk Dirinci Menurut Mata Pencaharian
No Mata Pencaharian Jumlah Persentase
1 Buruh Tani 527 16,74 %
2 Petani Sendiri 1.780 56,52 %
3 Peternak unggas 4 0,13 %
4 Penggalian - -
5 Industri - -
6 Bangunan 70 2,22 %
7 Perdagangan 150 4,76 %
8 Transportasi 12 0,38 %
9 PNS/honor daerah 1 0,00 %
10 TNI - -
11 POLRI - -
12 Pensiunan 12 0,38 %
13 Lainnya 593 18,83 %
Jumlah 3.149 100 %
Tabel 4. Jumlah Penduduk Dirinci Menurut Mata Pencaharian
d. Jumlah Penduduk Usia 5 Tahun Keatas Menurut Tingkat Pendidikan
No Tingkat pendidikan Jumlah Persentase
1 Tidak sekolah/belum tamat SD 36 1,81 %
2 Tamat SD 1.785 89,74 %
3 Tamat SLTP 125 6,28 %
4 Tamat SLTA 36 1,81 %
5 D-1 3 0,15 %
6 D-2 - -
7 D-3 - -
8 D-4 - -
9 S-1 4 0,20 %
10 S-2 - -
11 S-3 - -
Jumlah 1.989 100
Tabel 5. Jumlah Penduduk Usia 5 Tahun Keatas Menurut Tingkat Pendidikan
3. Pemerintahan Desa
a. Perangkat Desa
Jumlah perangkat desa dirinci menurut tingkat pendidikan:
No. Tingkat Pendidikan Jumlah Persentase
1. Tamat SD 9 64,29 %
2. Tamat SLTP 2 14,29 %
3. Tamat SLTA 2 14,29 %
4. Sarjana Muda - -
5. Sarjana 1 7,14 %
Jumlah 14 100
Tabel 6. Jumlah perangkat desa dirinci menurut tingkat pendidikan
b. Badan Perwakilan Desa
Jumlah anggota BPD dirinci menurut tingkat pendidikan:
No. Tingkat Pendidikan Jumlah Persentase
1. Tamat SD 7 100 %
2. Tamat SLTP - -
3. Tamat SLTA - -
4. Sarjana Muda - -
5. Sarjana - -
Jumlah 7 100
Tabel 7. Jumlah anggota BPD dirinci menurut tingkat pendidikan
c. Lembaga Kemasyarakatan Desa
No. Tingkat Jumlah Anggota Persentase
Pendidikan LKMD RW RT PKK
1. Tamat SD 8 3 28 8 81,03 %
2. Tamat SLTP - - - - -
3. Tamat SLTA 4 4 1 2 18,97 %
4. Sarjana Muda - - - - -
5. Sarjana - - - - -
Jumlah 12 7 29 10 100
Tabel 8. Jumlah anggota Lembaga Kemasyarakatan Desa
d. Tanah Bengkok
No. Nama Perangkat Desa Jabatan Luas (Ha) Persen-tase
1. Santosa Kepala Desa 4,75 37,02 %
2. Imdadhin, S.Ag. SekretarisDesa - -
3. Pawit Burhanudin Kadus Jlamprang 1,10 8,57 %
4. Mujiyoto Kadus Simbang 0,97 7,56 %
5. Mudzakir Kadus Bangsari 1,30 10,13 %
6. Khadam Kadus Cuadi 1,30 10,13 %
7. Mustamar Kaur Umum 0,60 4,68 %
8. Suharman Kaur Pembangunan 0,40 3,12 %
9. Suparyono Kaur Pemerintahan 0,45 3,13 %
10. Sugeng Haryadi Kaur Kesra 0,30 2,33 %
11. Sunhaji Kaur Keuangan 0,37 2,88 %
12. Suyadi PTL Pembangunan 0,47 3,66 %
13. Khasanudin PTL NTCR 0,47 3,66 %
14. Niti PTL NTCR 0,35 2,73 %
Jumlah 12,83 100
Tabel 9. Luas tanah bengkok milik perangkat desa
e. Tanah Kas Desa
No. Tanah Kas Desa Luas (Ha) Persentase
1. Sawah 5,10 100 %
2. Lahan Kering - -
Jumlah 5,10 100
Tabel 10. Luas tanah kas desa
4. Sosial
a. Keagamaan
1) Jumlah penduduk dirinci menurut agama
No. Agama Jumlah penduduk Persentase
1. Islam 3.149 100 %
2. Kristen - -
3. Katolik - -
4. Budha - -
5. Hindu - -
Jumlah 3.149 100
Tabel 11. Jumlah penduduk desa dirinci menurut agama
2) Jumlah Sarana Peribadatan
No. Sarana Ibadah Jumlah Persentase
1. Masjid 4 26,67 %
2. Mushola 11 73,33 %
3. Gereja - -
4. Kuil - -
5. Pura - -
Jumlah 15 100
Tabel 12. Jumlah Sarana Peribadatan
3) Pernikahan dan Perceraian
No. Uraian Jumlah Persentase
1. Jumlah pernikahan 26 78,79 %
2. Jumlah perceraian 7 21,21 %
Jumlah 33 100
Tabel 13. Jumlah Pernikahan dan Perceraian
b. Pendidikan
No. Uraian Jumlah
1. Taman Kanak-kanak 2
2. Siswa Taman Kanak-kanak 92
3. Sekolah Dasar 2
4. Siswa Sekolah Dasar 250
5. Anak Usia 7-15 tahun yang tidak sekolah -
6. Anak SD yang dropt out -
7. Anak SD yang tinggal kelas 1
8. Lulusan SD yang melanjutkan ke SLTP 30
Tabel 14. Kondisi pendidikan masyarakat Simbang
c. Kesehatan
No. Uraian Jumlah
1. Kader Posyandu 19
2. Anggota kelompok donor darah -
3. Anggota ambulans desa -
4. Jumlah bayi lahir hidup 47
5. Jumlah kelahiran bayi yang ditolong Bidan 40
6. Jumlah kelahiran bayi yang ditolong Dukun bayi 7
7. Jumlah kematian bayi (umur 0-1 tahun) 1
8. Jumlah kematian balita (umur > 1 th – 5 th) -
9. Jumlah kematian ibu -
Tabel 15. Beberapa uraian singkat tentang kesehatan masyarakat Simbang
d. Keluarga Berencana
No. Uraian Jumlah
1. Pasangan usia subur 60
2. Wanita usia subur 70
3. Peserta KB MOP -
4. Peserta KB MOW 20
5. Peserta KB IUD/spiral 25
6. Peserta KB kondom 20
7. Peserta KB implant/susuk 25
8. Peserta KB suntik 2
9. Peserta KB pil 1
Tabel 16. Jumlah warga dengan jenis penggunaan alat KB
5. Kondisi Ekonomi
a. Transportasi dan Komunikasi
No Uraian Jumlah
1. panjang jalan desa kondisi baik (km) 2
2. panjang jalan desa kondisi rusak (km) 8
3. Jumlah jembatan desa kondisi baik 4
4. Jumlah jembatan desa kondisi rusak 1
5. Jumlah Kendaraan Roda 4 12
6. Jumlah Kendaraan Roda 2 180
7. Jumlah Wartel -
8. Jumlah Televisi 460
9. Jumlah Radio 50
Tabel 17. Keterangan tentang penggunaan transportasi dan komunikasi
b. Perdagangan
Jumlah sarana perdagangan
No Uraian Jumlah
1 Pasar Umum -
2 Pasar Hewan -
3 Toko/Warung 16
4 Wrung Makan -
5 Toko besi/Bangunan -
6 Kios Saprotan -
7 Koperasi -
8 Bank -
9 BMT -
Tabel 18. Jumlah sarana perdagangan
c. Pertanian
Sistem pengolahan lahan dilaksanakan dengan cara penanaman tumpang sari.
Berikut ini adalah data komoditas hasil pertanian Desa Simbang dan luas lahan yang digunakan.
No Komoditas Luas Lahan(Ha/batang) Produkasi
(Ton)
1 Padi 40 0,2
2 Jagung 60 0,18
3 Ubi jalar 5 10
4 Ubi Kayu 12 36
5 Cabe 4 5
6. Pisang 1 1
Tabel 19. Komoditas hasil pertanian dan luas lahan
Populasi Ternak
No Jenis Ternak Jumlah
1 Sapi Biasa 670
2 Kambing 250
3 Ayam Kampung 1.800
4 Itik 200
5 Kolam Ikan 24
Tabel 20. Populasi ternak
d. Industri dan Kerajinan
No Jenis Usaha Jumlah pengusaha/pengrajin
1 Industri Makanan Olahan -
2 Industri Teralis -
3 Industri kayu 2
Tabel 21. Industri dan Kerajinan
sejarah desa simbang
A. Sejarah Berdirinya Desa Simbang
Sejarah singkat tentang asal-usul terbentuknya Dusun Simbang diperoleh dari seorang nara sumber yang sudah dianggap sebagai sesepuh di Dusun Simbang. Tokoh yang berhasil ditemui adalah Mbah Wirjan (88 tahun). Dari penuturan beliau diketahui bahwa asal mula terbentuknya Dusun Simbang karena seorang pendatang dari Boyolali yang bernama Raden Wiryo Sudarmo datang ke Simbang, dulu belum bernama dan masih berupa hutan. Setibanya Raden Wiryo Sudarmo beserta istri ke Simbang, dia membuat gubug dan membatasinya sebagai batas wilayah tertentu, istilah Jawa-nya “matoki”, dari hutan inilah kemudian dibuat sebuah dusun.
Dinamakan Simbang karena di tempat ini banyak terdapat para pendatang (orang-orang yang “mlimbang”) yang kebanyakan menjadi lebih sukses daripada penduduk asli. Makam Raden Wiryo Sudarmo terletak di Simbang juga, tepatnya di dekat sawah bengkok Kepala Desa, bersama beberapa anggota keluarganya. Sepeninggalnya, banyak warga datang berziarah ke makamnya dengan kepercayaan bagi beberapa orang yang melepaskan ayam saat ziarah akan mendapat keberuntungan. Dusun Simbang ini lebih dahulu ada sebelum dusun-dusun lain di desa Simbang. Mengenai tahun berapa dusun ini terbentuk dan siapa keturunan beliau yang masih ada sekaranng belum diperoleh data yang pasti. Dusun Bangsari , Jlamprang, dan Cuadi didirikan oleh anak cucu Raden Wiryo Sudarmo .
Langganan:
Postingan (Atom)